Tampilkan postingan dengan label Oil News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oil News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2013

Harga Minyak Naik Pasca Jatuh Jatuh Dalam


Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) membumbung pasca mencatatkan penurunan terbesar dalam sebulan terakhir. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, tadi sore, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran April naik sebesar 97 sen menjadi US$93,13 per barel. Pada pukul 12.40 waktu London, kontrak minyak yang sama berada di posisi US$ 92,95 sebarel.

Kenaikan harga minyak juga terjadi pada jenis minyak Brent. Masing-masing kenaikannya mencapai 1,1%. Asal tahu saja, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Mei naik sebesar US$ 1,15 menjadi US$ 108,60 per batel di ICE Futures Europe exchange di London.

Isu yang mengerek pergerakan harga minyak di antaranya para penentu kebijakan Eropa mendukung opsi bailout untuk Siprus.

"Pelaku pasar sepertinya muali dapat menerima semua berita buruk. Pelaku pasar sepertinya sudah kebal," jelas Carsten Fritsch, analis Commerzbank AG

sumber: kontan.co.id

Selasa, 19 Maret 2013

Terpicu Dampak Siprus, Harga Minyak Dunia Naik


Harga minyak naik moderat, Senin (Selasa pagi WIB), didorong harapan bahwa kontroversi atas pajak deposan bank yang termasuk dalam penyelamatan Siprus oleh Uni Eropa-IMF akan berdampak terbatas pada perekonomian yang lebih luas.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik 29 sen menjadi US$93,74 per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Mei menetap di US$109,51 atau turun 31 sen.

Harga minyak mentah menghabiskan sebagian besar pagi hari di wilayah negatif karena berita rencana dana talangan (bailout) Siprus merembes melalui pasar.

Para menteri keuangan zona euro dan Dana Moneter Internasional pada Sabtu  (16/3)menyepakati dana talangan 10 miliar euro (13 miliar dolar AS), tetapi di bawah kesepakatan itu, para deposan di bank-bank Siprus dapat dikenakan pajak satu kali sebanyak 9,9% untuk membantu meningkatkan kas pemerintah.

Minyak dan pasar keuangan lainnya bergerak melemah tajam di tengah kekhawatiran bahwa kontraversi atas pajak itu bisa memicu gejolak baru di zona euro.

Namun, harga minyak "rebound" (berbalik naik) saat pejabat Uni Eropa mengisyaratkan pajak bisa dimodifikasi untuk mengurangi beban pada deposan kecil, dan karena para analis menyimpulkan bahwa Siprus tidak cukup besar untuk memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi Eropa dan global.

Sumber: bisnis.com

Kamis, 14 Maret 2013

Minyak Optimis Terhadap Perekonomian Dunia

130311_px123_70cb_9.jpg
Harga minyak menguat di sesi London seiring merebaknya keyakinan akan berlanjutnya momentum pertumbuhan ekonomi global sehingga dapat turut serta mendongkrak permintaan energi dunia. Penjualan ritel AS naik dan jumlah tenaga kerja di Australia bertambah; ini tentunya berikan bukti akan perbaikan kondisi ekonomi global.

Di lain pihak, bank sentral New Zealand, Korea Selatan, dan Swiss kembali mempertahankan suku bunga seraya isyaratkan keinginan untuk tetap menjaga kebijakan moneter longgar demi menopang kinerja ekonomi masing-masing negara. Meski demikian, rally minyak sepertinya masih dihadang oleh kekhawatiran akan meningkatnya supplai. 

Data cadangan minyak AS tunjukan kenaikan cadangan minyak untuk delapan minggu berurutan di AS. Telah usainya musim dingin di negara barat sepertinya membuat konsumen mengurangi permintaan sehingga mendorong kenaikan cadangan. Minyak Nymex kini diperdagangkan $92.62; menjauhi level rendah harian $92.17

Rabu, 13 Maret 2013

Minyak Dunia Kembali Menguat ke Level 92,54 Dollar AS per Barel


Harga minyak naik di New York pada Selasa (Rabu pagi WIB, 13/3/2013), tetapi turun di London setelah OPEC mempertahankan estimasi permintaan globalnya stabil namun meningkatkan estimasi tambahan pasokan ke pasar dari produsen non-kartel.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, bertambah 48 sen dari harga Senin menjadi berakhir pada US$92,54 per barel.

Namun di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April kehilangan 57 sen menjadi US$109,65 per barel.

"Sebuah gambaran ketidakpastian pada pertumbuhan permintaan global terus menggantung di pasar, khususnya untuk konsumen energi utama China dan Amerika Serikat," kata analis.

Laporan pasar bulanan OPEC mempertahankan proyeksinya untuk permintaan minyak mentah global 2013 tidak berubah pada 89,7 juta barel per hari, naik 0,8 juta dari 2012.

Permintaan AS diperkirakan akan datar setelah dua tahun menurun dan konsumsi Jepang kurang lebih pada tingkat yang sama.

Tetapi kartel, yang menyumbang sekitar 35% dari pasokan dunia, meningkatkan perkiraan pertumbuhan produksi oleh pemasok non-OPEC pada 2013 sebesar 11% menjadi 1,0 juta barel per hari, dengan pertumbuhan terutama berasal dari Amerika Utara.

"Seperti pada tahun sebelumnya, pasokan minyak AS pada 2013 diperkirakan akan mencapai pertumbuhan tertinggi di antara semua negara-negara non-OPEC," kata laporan itu.

sumber: bisnis.com

Senin, 11 Maret 2013

Minyak Turun Ke Level 90,60 Dollar AS per Barel

130311_px123_70cb_9.jpg
SINGAPURA-Harga minyak west texas intermediate (WTI) turun dari level tertinggi dalam lebih dari sepekan karena peningkatan produksi Arab Saudi dan Iran menyatakan prospek untuk penyelesaian konflik atas program nuklir telah membaik.

Harga minyak turun 0,4% setelah naik 1,4% pekan lalu, terbesar dalam 1 bulan.
Produksi minyak mentah Arab Saudi Februari naik dari level rendah 20 bulan.
Sementara itu, Iran yang berada dalam sanksi barat atas ekspor energi karena pengayaan uranium, sudah memerlihatkan tanda-tanda peningkatan negosiasi dengan barat.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI untuk pengiriman April turun sebanyak 35 sen ke level US$91,60 pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan sempat ditransaksikan pada level US$91,63 pada pukul 7.43 pagi waktu Singapura.

Volume perdagangan untuk semua berjangka tercatat 69% di bawah rerata 100 hari. Kontrak tersebut telah naik 39 sen ke level US$91,95 pada 8 Maret, level tertinggi penutupan sejak 28 Februari. Harga turun 0,2% pada tahun ini.

Sementara itu, harga minyak brent untuk pengiriman April turun 36 sen ke level US$110,49 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.
Indeks acuan eropa itu premium US$18,86 terhadap WTI. Selisih antara keduanya tercatat US$18,90 pada 8 Maret, tersempit sejak 31 Januari.

Kamis, 07 Maret 2013

Minyak Menguat Setelah Laporan Fed Beige Book

Minyak berjangka berada di level rendah pada hari Rabu setelah laporan pemerintah AS mengkonfirmasikan kenaikan besar pada persediaan minyak pekan lalu, namun harga minyak ditutup di level $90 setelah laporan Federal Reserve Beige Book. The Beige Book mengatakan bahwa aktifitas perekonomian meningkat pada level yang sama “dengan kecepatan yang cukup sampai moderat” yang ditunjukkan pada survei sebelumnya di pertengahan Januari, yang mana mendukung permintaan untuk energi. “Pasar minyak melihat adanya alasan untuk kembali kepada realitas,” kata Richard Hastings, analis di Global Hunter Securities, dan laporan mulai memberikan lebih banyak sinyal menguatnya ekonomi.