Minggu, 10 Maret 2013

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Emas

Harga emas dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini adalah beberapa hal yang mempengaruhi harga emas dan menjadi penyebab harga emas naik atau turun:

1. Situasi Ekonomi Dunia
Saat terjadi krisis ekonomi di Amerika tahun 2008, orang lebih memilih menyimpan emas karena merasa uang kertas jatuh. Alhasil, harga emas meroket.

2. Situasi Politik Dunia
Panasnya situasi politik dunia seperti saat Amerika melakukan invasi ke Irak ikut mendongkrak harga emas. Pada saat itu banyak orang yang khawatir dampak perang, alhasil banyak yang beralih ke emas sehingga mengakibatkan harga emas naik.

3. Naiknya Permintaan Emas
Permintaan emas bisa dari Pabrik untuk memproduksi barang atau dari kebutuhan negara seperti Cina dan India. Cina dan India adalah pembeli emas terbesar di Dunia. Konon katanya Cina mewajibkan setiap warga negaranya untuk menabung 2 gram emas per bulan. Jika permintaan kedua negara ini naik, hal ini akan mendongkrak harga emas. Di India sendiri permintaan emas naik ketika terjadi musim kawin yang terjadi pada akhir bulan September hingga bulan Januari dan puncaknya adalah pada perayaan Diwali 13 November.

4. Inflasi
Ketika inflasi meleset atau melebihi prediksi pemerintah, emas biasanya diburu. Inflasi yang meleset biasanya dijadikan indikator bahwa kondisi ekonomi sedang tidak menentu membuat emas diburu sehingga menyebabkan harga emas naik karena naiknya permintaan.

5. Suku Bunga
Ketika suku bunga naik, banyak yang meyimpan uang dalam bentuk deposito. Ketika suku bunga turun, emas menjadi pilihan. Hal ini menyebabkan harga naik.

6. Harga Dollar AS
Ketika harga dollar AS turun, harga emas biasanya naik.

7. Harga minyak
Kenaikan harga minyak biasanya diikuti kenaikan harga emas. Namun biasanya efeknya tidak terjadi secara langsung. Misal, Ketika harga minyak naik, bisa jadi terjadi inflasi yang berlebihan sehingga menyebabkan harga emas ikut naik.

Harga emas, selain dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan politik dunia, juga dipengaruhi oleh banyak permintaan atau yang membeli emas dimana dalam kondisi ini berlaku hukum ekonomi. Permintaan untuk pembelian emas naik, harga naik. Hal itulah yang menyebabkan harga emas terjaga sehingga sangat sulit untuk diprediksi atau direkayasa untuk membuat harga emas jatuh hingga ribuan dollar.

Tentang Emas



Emas sekarang sedang jadi tren. Entah itu untuk investasi atau untuk perhiasan. Atau kedua-duanya. Sebetulnya ini bukan cerita baru. Namun semenjak dunia sekarang akrab dengan krisis ekonomi dan inflasi, orang mulai menengok emas sebagai media investasi yang (katanya) harganya stabil dan selalu naik.

Emas adalah unsur logam yang bersifat lembek, mengkilap, kuning, berat, mudah dibentuk, dan ulet. Dan terpenting adalah sifat emas yang tidak mudah beraksi dengan bahan kimia lainnya yang menjadikannya bahan mulia, memiliki simbol kimia Au (dari bahasa latin Aurum), mempunyai nomor atom 79 dan berat atom 196,97. Kode ISO-nya adalah XAU. Satuan berat emas dinyatakan dalam beberapa unit, diantaranya adalah grain, oz, dan gram.
1 oz = 1 troy ounce = 31.1034768 gram 1 kilogram = 1000 gram = 32.1507465686 troy ounce



Native gold nuggets
Karat adalah tetapan yang biasa digunakan untuk menyebutkan kadar kandungan emas. Untuk mengenal emas, kita terlebih dahulu mengenal istilah "kadar" dalam emas. Kadar merupakan tingkat keaslian emas, atau jumlah kandungan kemurnian emas. Kadar 24 karat dinyatakan sebagai emas murni. Jadi emas kadar 23 karat berarti tingkat kemurniannya adalah 23/24 X 100% atau sekitar 95,8%. Jadi bila emas kadar 22 karat dengan berat 15 gram maka kandungan emas murninya = 22/24 x 15 = 13.75 Gram.
Untuk mempermudah, sudah tersedia tetapan untuk menentukan karat berdasar kadarnya. Menurut SNI (Standart Nasional Indonesia) - No : SNI 13-3487-2005 standard karat sbb:
  • 24 K = 99,00 - 99,99% 
  • 23 K = 94,80 - 98,89% 
  • 22 K = 90,60 - 94,79% 
  • 21 K = 86,50 - 90,59% 
  • 20 K = 82,30 - 86,49% 
  • 19 K = 78,20 - 82,29% 
  • 18 K = 75,40 - 78,19%
Terdapat beberapa nama emas berdasarkan jenis logam campurannya:
  • Blue gold, emas dengan campuran besi.
  • Green gold, emas dengan campuran lebih banyak perak daripada tembaga.
  • Pink gold atau Rose gold, campuran 50% emas 45% tembaga 5% perak.
  • White gold, emas dengan campuran nikel, seng, tembaga, timah, dan mangan.
  • Yellow gold, campuran 50% emas, 25% perak, dan 25% tembaga.
Selain itu pula terdapat nama Nordic gold, suatu campuran logam untuk memberi kesan warna emas, tetapi sama sekali tidak tergolong emas. Umumnya dipakai dalam pembuatan perhiasan atau koin. Komposisinya adalah 89% copper, 5% aluminium, 5% zinc, and 1% tin. dan sama sekali tidak mengandung emas. Emas untuk perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain. Hal ini karena emas murni (100%) sangatlah lunak dan sulit untuk dibentuk. Logam yang biasa digunakan untuk bahan campuran adalah nikel, tembaga, perak, seng, rhodium dan lainnya. Perhiasan dengan kadar emas 80% menyatakan bahwa kandungan emas dalam perhiasan tersebut adalah 80%, sedangkan 20% sisanya berupa logam campuran bukan emas.

Sejarah Emas

Secara pasti kapan sebenarnya Emas mulai pertama dikenal dan memiliki nilai. Apabila menurut sejarah peradaban manusia, Emas mulai dikenal manusia sejak manusia mulai berbudaya. Sebagai sesuatu yang mempunyai nilai tinggi, Emas mulai dikenal pada masa kekuasaan kekaisaran di Eropa yang kemudian diikuti dengan pencarian oleh sejumlah petualang dan penemu benua baru seperti Christoper Columbus dan Vasco da Gamma yang pada ahirnya memulai masa imperialisme. Apabila kita menelaah jauh sebelum itu, Emas telah dikenal sejak 40 ribu tahun sebelum masehi.

Sejumlah suku pedalaman sudah mengenal Emas dan dijadikan sebagai alat budaya khususnya perlengkapan spiritual kuno. sejarah masyarakat Mesir Kuno (Circa), tahun 1932 sebelum masehi mereka memakamkan Raja Tutankhamen dalam peti Emas seberat hampir 2.500 pound. Raja Croesus dari Lydia (kini merupakan wilayah Turki), pada 560 tahun sebelum Masehi memerintahkan pembuatan koin emas pertama dan peristiwa ini menandai sejarah emas sebagai alat untuk bertransaksi. Sedangkan pada bangsa Romawi sendiri pada tahun 50 SM, mulai menggunakan koin Emas sebagai alat untuk bertransaksi.

Sebagai komoditi pertambangan, Emas memiliki sejarah yang sangat panjang. Diperkirakan sejarah penambangan Emas sudah dimulai sejak 2000-5000 tahun SM. Begitu panjangnya usia kegiatan pertambangan Emas tentunya juga banyak mengalami perubahan metode, dimulai dengan cara pertambangan tradisional, yakni dengan menggunakan gravitasi atau amalgamasi air raksa, kemudian metode Sianida, flotasi dan heap leaching. Pertambangan Emas terbesar saat ini adalah Afrika Selatan, kendati demikian tidak berarti Afrika Selatan memilki cadangan emas yang terbesar.

Sesuai dengan sifatnya, Emas memang tidak habis dikonsumsi, berbeda dengan komoditi lain yang habis apabila dikonsumsi sehingga memungkinkan negara lain yang tidak memilki tambang Emas yang banyak tetapi justru memilki cadangan Emas yang besar, hal ini terkait dengan fungsi Emas sebagai cadangan devisa dan instrumen moneter serta investasi.
Emas sebagai alat tukar
Emas dalam bentuk koin sebagai alat tukar telah dimulai pada masa Raja Croesus dari Lydia (Turki) sekitar tahun 560 SM. Koin Emas juga digunakan sebagai alat tukar dimasa Kerajaan Romawi pada zaman pemerintahan Julius Caesar. Lahirnya Islam sebagai sebuah peradaban dunia yang dibawa dan disebarkan Nabi Muhammad SAW telah memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap penggunaan emas sebagai mata uang, dalam aktivitas ekonomi dan perdagangan. Pada masa itu, ditetapkan berat standar dinar diukur dengan 22 karat emas, atau setara dengan 4,25 gram (diameter 23 milimeter).

Standar ini kemudian dibakukan oleh World Islamic Trading Organization (WITO), yang kemudian berlaku hingga sekarang. Perkembangan terhadap perdagangan yang makin pesat menuntut penggunaan alat tukar yang lebih fleksibel, ringan dan mudah dibawa tanpa mengurangi nilai; mendorong diciptakannya uang kertas atau uang Fiat. Pada mulanya uang kertas yang dicetak harus disertai dengan penjaminan, jaminan atas uang kertas yang dicetak ini berupa Emas (cadangan Devisa Emas). Sebuah negara tidak bisa sembarangan mencetak uang kertas tanpa jaminan stok Emas yang memadai. Inilah yang kemudian dikenal dengan Standar Emas dan momentum ini ditandai dengan ditanda-tanganinya perjanjian Bretton Woods yang didukung oleh tidak kurang dari 44 negara. Menurut perjanjian Bretton Woods, masing-masing negara mematok mata uang kertasnya terhadap USD Dolllar dengan jaminan Emas, yaitu, USD 35 dijamin dengan satu ounce Emas.

Perjanjian atau standar Emas ini berlangsung 27 tahun hingga tahun 1971, dimana pada tahun 1971 pemerintah Amerika Serikat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat perang vietnam tidak mampu lagi mempertahankan jaminan atas uang kertas dengan cadangan Emas yang dimilikinya, akibat besarnya aliran penukaran US Dollar dengan Emas, sehingga mendorong pemerintah AS memutuskan tidak lagi menjamin US Dollar dengan Emas, sejak itu mata uang kertas tidak lagi dijamin oleh Emas, melainkan ditentukan oleh kepercayaan yang didukung oleh ketersediaan cadangan devisa (Emas dan valuta asing), yang dimiliki oleh bank sentral masing-masing negara dan supply-demand yang ditentukan kondisi fundamental ekonomi pada masing-masing negara.
Dampak penghapusan standart emas
Pada saat ini, dimana perekonomian global sangatlah tergantung pada Dollar Amerika. Perekonomian global terbentuk untuk menghasilkan barang dan jasa yang semurah mungkin untuk dapat dikonsumsi oleh Amerika sebagai negara yang paling besar menyerap produksi dan negara yang paling konsumtif. Dollar Amerika kemudian menjadi pengganti Emas dan secara de facto merupakan fundamental dari sistem moneter global pada sebagian pelosok dunia, segala sesuatu yang memiliki nilai selalu diukur dan dibandingkan dengan Dollar, bukan lagi Emas Dengan kondisi ini membuat siapapun yang menggunakan Dollar terpaksa ikut terkena dampak dari setiap pergerakan Dollar, termasuk menanggung hutang dan defisit bangsa Amerika. Ekonomi global makin bergantung pada perekonomian Amerika, sementara rumah tangga Amerika itu sendiri sekarang tergantung pada penurunan nilai Dollar.

Memang sebelum perang Vietnam, Amerika memiliki posisi keuangan yang kokoh dan memegang lebih dari separo cadangan devisa dunia waktu itu. Namun untuk saat ini situasi telah berubah jauh. Bangsa Amerika sangat menggantungkan tabungan dari negara-negara lain untuk membiayai hutang dan defisit keuangan mereka. Lebih dari 60% sirkulasi Dollar berada diluar Amerika dan sebagian besar obligasi pemerintah Amerika dimiliki oleh asing khususnya China dan Jepang.

Sabtu, 09 Maret 2013

Jangan Asal Open Posisi

Setiap manusia diciptakan unik dan selalu berbeda antara orang yang satu dengan orang lainnya. Begitu juga dengan trader memiliki karakter yang berbeda disetiap tingkah lakunya. Ada yang suka melakukan transaksi ketika saat news, ada yang suka transaksi banyak dengan lot kecil, namun ada juga memakai lot besar dengan margin sempit. Nah, semua hal itu boleh dilakukan, asal tidak sembarangan. Artikel ini akan membahas bagaimana caranya supaya tidak asal open posisi.

Mungkin teman trader sendiri sudah mengetahui cara melakukan transaksi, mungkin juga sudah faham meletakkan order pending yang sesuai dengan market. Namun sekali lagi jangan lakukan secara asal. Nah, cara ini yang luput dan sering dilupakan oleh sekian banyak trader diseluruh dunia. Terlebih ketika terjadi floating, atau los banyak dan ingin segera mengembalikan kerugian dengan segera.

Lihatlah Trend
Selalu dikatakan berulang kali sebelum melakukan transaksi, prediksilah trend. Analisa mengenai trend mutlak dilakukan sebelum Anda melakukan suatu transaksi. Jangan lakukan open posisi ketika tidak tahu arah trend. Percayalah pergerakan hari ini akan membuat sakit jika Anda tidak mengetahui prediksi pergerakannya.

Setelah Anda mengetahui, memahami maka yakinlah apa yang Anda lakukan adalah benar. Jadi jangan percaya pada analisa jika dasar yang Anda lakukan meragukan. Pastikan prediksi yang Anda gunakan benar-benar menyakinkan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Persiapkan MM (Money Management)Inilah nyawa akun kita setelah Anda mengetahui pergerakan trend dengan penglihatan prediksi. Tanpa adanya MM dipastikan transaksi akan tak menentu. Transaksi yang terorganisir dibuat dengan mempersiapkan management yang tepat. Jadi tanpa adanya money management, trading Anda akan sia-sia.

Money management sendiri terkadang tidak diindahkan oleh sebagian trader yang justru menggunakan transaksi yang besar. Sayangnya mereka bangga bisa open dengan volume super. Alasan mereka adalah supaya hasil yang didapatkan lebih besar dan cepat balik modal.

Sebenarnya persepsi mereka benar, namun jika tidak mengindahkan risiko dibalik itu maka konsistensi trading Anda tidak akan bertahan lama. Katanya ingin bisa trading santai dan nyaman. Bukankah bisa trading konsisten lebih menyenangkan daripada bisa open besar tapi esok paginya MC? . Faktor tersebut perlu dicermati sebelum Anda melakukan new order.

Jelas SistemnyaKalau trading mengambil contoh sistem dari luar misalnya forum, atau website-website forex tentu bisa dilakukan oleh trader. Namun menemukan sistem yang sudah diuji sendiri adalah yang paling penting, bukan yang pernah dilakukan dan diuji oleh orang lain. Walaupun orang bisa sukses dengan sistem tersebut, belum tentu bisa memberi keuntungan pula oleh Anda. Jadi pelajari sistem yang sudah Anda buat, dan gunakan dalam jangka waktu tertentu.

Mencoba sistem tidak bisa dikategorikan harus 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau 2 tahun. Namun seberapa profitkah Anda menggunakannya dalam waktu tertentu. Jika Anda sudah bisa profit konsisten selama 1 minggu tanpa memiliki potensi risiko yang berbahaya maka 1 minggu itu sudah bisa digunakan sebagai uji coba.

Sebaliknya, jika selama beberapa bulan, sistem masih menunjukkan unsur risiko yang cukup berbahaya maka uji coba akan terus dilakukan sampai drawdown menjadi kecil. Nah maksud dari sistem yang jelas adalah sudah diuji coba oleh trader sampai memiliki risiko yang minimal.

KesimpulanTrading melibatkan segala jenis perbuatan, psikologis, maupun emosi. Buatlah skenario sebelum perdagangan dimulai. Perjalanan transaksi Anda butuh persiapan secara matang. Jangan ambil tindakan dengan asal open sebelum Anda memiliki perencanaan. Prediksilah trendnya, buatkan Mmnya, dan jalankan sistem yang Anda gunakan. Mudah-mudahan profit yang Anda idam-idamkan bisa segera terjadi.

Jumat, 08 Maret 2013

Kilau Emas Kembali Mentereng Semalam

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVJOFp9YQ2RBN8Z8clBDCAbU9TLsKcDpIRaknlFAlD0LEdULTf
NEW YORK. Pergerakan harga kontrak emas dunia tadi malam (7/3) di New York mencatatkan kenaikan. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 13.42 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran April naik 20 sen menjadi US$ 1.575,10 per troy ounce di Comex, New York.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan harga si kuning mentereng menanjak adalah keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menahan suku bunga acuannya. Kondisi itu menyebabkan posisi euro perkasa terhadap dollar AS. Sebaliknya, pesona emas semakin berkilau sebagai investasi alternatif.

Sekadar mengingatkan saja, pada pertemuan yang berlangsung kemarin di Frankfurt, Presiden ECB Mario Draghi dan jajarannya tak mengubah suku bunga acuan di posisi 0,75%. Draghi menilai, perekonomian Eropa mulai pulih secara bertahap. "ECB akan menyokong dengan kebijakan yang akomodatif selama hal itu diperlukan," jelasnya.

Menurut James Cordier, pendiri Optionseller.com di Tampa, Florida, pelemahan yang terjadi pada dollar AS menyokong harga emas. "Pernyataan ECB yang bilang akan meneruskan kebijakan akomodatif menyebabkan harga emas bullish," ungkapnya.

Catatan saja, sepanjang tahun ini, harga emas sudah merosot sebesar 6%. Sebagian besar hal tersebut dipengaruhi oleh data ekonomi yang semakin membaik di mana jika hal itu terjadi, bank sentral dunia akan menghentikan penggelontoran stimulus mereka.

Konferensi Pers Draghi Topang Rally Euro

Euro rally pasca Presiden European Central Bannk Mario Draghi tidak mensinyalkan akan adanya pemangkasan suku bunga lebih lanjut, dalam sebuah konferensi pers yang digelar pasca pengumuman kebijakan bank sentral. Sebelumnya ECB diperkirakan akan menurunkan prospek inflasi dan pertumbuhan, yang akan memberikan ruang untuk penurunan suku bunga.
Keberhasilan Spanyol memenuhi target pelelangan €5 milyar surat hutang pada hari Kamis juga turut meredakan beberapa kekhawatiran investor tentang zona Euro.
"Draghi terlihat belum mengisyaratkan akan adanya pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan," kata Omer Esiner, kepala analis pasar pada Commonwealth Foreign Exchange di Washington D.C. "Itulah yang mendorong rally Euro."