Kamis, 14 Maret 2013

Minyak Optimis Terhadap Perekonomian Dunia

130311_px123_70cb_9.jpg
Harga minyak menguat di sesi London seiring merebaknya keyakinan akan berlanjutnya momentum pertumbuhan ekonomi global sehingga dapat turut serta mendongkrak permintaan energi dunia. Penjualan ritel AS naik dan jumlah tenaga kerja di Australia bertambah; ini tentunya berikan bukti akan perbaikan kondisi ekonomi global.

Di lain pihak, bank sentral New Zealand, Korea Selatan, dan Swiss kembali mempertahankan suku bunga seraya isyaratkan keinginan untuk tetap menjaga kebijakan moneter longgar demi menopang kinerja ekonomi masing-masing negara. Meski demikian, rally minyak sepertinya masih dihadang oleh kekhawatiran akan meningkatnya supplai. 

Data cadangan minyak AS tunjukan kenaikan cadangan minyak untuk delapan minggu berurutan di AS. Telah usainya musim dingin di negara barat sepertinya membuat konsumen mengurangi permintaan sehingga mendorong kenaikan cadangan. Minyak Nymex kini diperdagangkan $92.62; menjauhi level rendah harian $92.17

Aksi Beli Mencoba Topang Harga Emas

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVJOFp9YQ2RBN8Z8clBDCAbU9TLsKcDpIRaknlFAlD0LEdULTf

Harga sampai sore ini mencoba menjauhi dari harga rendah di 1583 seiring masih maraknya aksi bargain-hunting oleh investor Asia. Permintaan fisik di Asia terutama dari China sepertinya coba menopang kinerja emas meskipun sentimen terhadap logam mulia cukup negatif seiring bertambahnya bukti akan berlanjutnya momentum pertumbuhan ekonomi dunia. 

Harga emas kini diperdagangkan 1588.50, Naiknya penjualan ritel AS membuat investor khawatir Federal Reserve akan memberikan sinyal untuk mengurangi pemberian stimulus moneter pada pertemuan kebijakan moneter minggu depan. Jika Fed memberikan sinyal pengurangan atau penghentian stimulus maka daya tarik logam mulia tentu dapat semakin terkikis. "Kami menganggap emas saat ini kekurangan momentum teknikal dan minat investasi untuk bisa pulih dari level rendah," tulis laporan riset Credit Suisse.

Euro Berpotensi Melemah Secara Teknikal

Euro diperdagangan kemarin ditutup dibawah angka 1.3000 di angka 1.2960 setelah sempat mencoba pulih dari rendah baru 3 bulan di angka 1.2920. Data ekonomi hari ini menekankan pergerakan ekonomi di AS dan Eropa dan para investor bergerak sesuai dua faktor tersebut. Euro berusaha untuk pulih dari area 1.2820, akan tetapi kepulihan mata uang tersebut tertahan oleh area 1.2970 sejauh ini dan Euro diperdagangkan dekat area 1.2960, masih lemah 0.5% hari ini.



memasuki sesi Eropa, terpantau  pivot EUR/USD berada di 1,2985. Selama harga diperdagangkan dibawah area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi melemah dengan pelemahan menuju ke 1,2930, 1,2880 dan 1,2840.

Waspadai jika harga diperdagangkan diatas 1,2985.

Emas Tertekan Oleh Optimisme Ekonomi AS

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVJOFp9YQ2RBN8Z8clBDCAbU9TLsKcDpIRaknlFAlD0LEdULTf
Emas Mengalami Penurunan Pada Hari Rabu, setelah laporan penjualan ritel AS yang kuat mendorong optimisme tentang ekonomi AS dan setelah harga gagal melampaui $1,600 per ounce untuk kedua kalinya, mendorong pelaku pasar mengurangi posisi bullion.

Bullion kemudian berbalik lebih rendah setelah gagal menembus di atas $1.600 untuk hari kedua. Tertinggi tujuh bulan pada indeks dollar dan kenaikan di ekuitas AS juga menekan daya tarik safe-haven emas.

Spot emas turun 0,2% pada $1,587.40 per ounce pada penutupan sesi Rabu, setelah sebelumnya mencapai tertinggi dua minggu pada $1,598.60. Emas berada di bawah tekanan setelah data menunjukkan penjualan ritel AS meningkat pada laju tercepat dalam lima bulan pada bulan Februari. Laporan ini datang setelah kenaikan kuat dalam data pekerjaan dan manufaktur, meningkatkan peluang Federal Reserve dalam menghentikan pembelian obligasi lebih awal dari estimasi.

Di akhir sesi, Wall Street Journal, mengutip sumbernya, mengatakan regulator derivatif AS memulai diskusi internal guna menyelidiki apakah ada potensi manipulasi penetapan harga harian emas dan perak di London.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun untuk sesi keempat ke 1,236.307 ton pada 12 Maret, terendah sejak Oktober 2011. Outflow tahun ini sebesar 114.51 ton telah lebih dari menyapu bersih inflow tahun lalu sebesar 96.25 ton.

Angka ekonomi utama berikutnya datang pada hari Jumat dengan data inflasi konsumen AS. Dengan hanya perkiraan kenaikan kecil untuk ukuran Februari, analis mengatakan mungkin ada reaksi kecil terhadap laporan tersebut. Pelaku pasar juga akan mengantisipasi setiap kata dari pejabat di pertemuan kebijakan bank sentral AS minggu depan.

Keluar dari kebijakan stimulus akan menjadi pukulan besar bagi emas, yang telah tumbuh pesat pada permintaan dari investor yang membeli emas guna lindung nilai terhadap risiko inflasi dari kebijakan moneter longgar.

Meskipun prospek ekonomi yang membaik, analis memperkirakan pembelian bulanan sekuritas berbasis mortgage dan treasuries Fed senilai $85 miliar akan bertahan sampai 2013 dan ke 2014.

Untuk jangka panjang, analis melihat dukungan emas berasal dari bank sentral yang ingin melakukan diversifikasi menjauh dari mata uang, menurut sebuah laporan oleh World Gold Council.

Penjualan Retail AS Menlonjak, Greenback Menguat

Dollar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama setelah sebuah laporan menunjukkan penjualan retail AS di bulan Februari secara tak terduga melonjak, semakin memperkuat optimisme di dalam  negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Membaiknya sektor tenaga kerja AS sepertinya berhasil mendorong  konsumen Paman Sam untuk meningkatkan anggaran belanjanya di bulan Februari. Ini dapat terlihat dari penjualan ritel AS yang meningkat 1,1% di Februari  lebih baik dari estimasi 0,5% dan revisi publikasi sebelumnya 0,2%.

Sementara data penjualan ritel juga memberikan bukti tambahan akan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi walaupun AS masih harus berkutat dengan masalah fiskal. Data minggu lalu menunjukan turunnya tingkat pengangguran AS dan naiknya aktivitas manufaktur AS.

Sementara usaha Barack Obama guna mengakhiri perang anggaran  mendapat pukulan serangan ketika kubu Republik dan Demokrat di Kongres justru menawarkan rencana berbeda untuk memangkas defisit jangka panjang.

Rabu, 13 Maret 2013

Poundsterling Masih Mengalami Tekanan

Poundsterling telah menguat 0.2% dibandingkan penutupan kemarin ke level 1.4940 setelah terjun ke level terendahnya sejak akhir Juni 2010 yang disebabkan oleh buruknya data produksi industri di Januari. Sterling mencapai 1.4832.

Namun demikian menurut analisa ANZ, pelemahan masih membayangi mata uang Inggris ini karena ketiadaan inisiatif baru dari bank sentral Inggris dan kurangnya ruang untuk pelonggaran kebijakan fiskal. Di sisi lain, pelemahan sterling memberikan amunisi untuk menstimulasi pertumbuhan.